Agen Bola – Maradona: FIFA Diskriminasi Kosta Rika

23/06/2014,  Bola

2112174

Recife – Legenda Argentina Diego Maradona menuduh FIFA melakukan tindakan diskriminasi terhadap Kosta Rika, dengan mengharuskan tujuh pemain menjalani tes narkoba usai mengalahkan Italia 1-0 di laga kedua Grup D Piala Dunia 2014.

Kosta Rika lolos ke babak 16 dengan perolenan enam angka dari dua laga. Laga terakhir tidak berpengaruh lagi.

Tujuh pemain yang menjalani pemeriksaan narkoba adalah Bryan Ruiz, pencetak gol tunggal Los Ticos ke gawang Italia, Keylor Navas, Celso Borges, Christian Bolanos (baca: bolanyos), pemain pengganti Marco Urena, dan dua pemain cadangan tak terpakai Diego Calvo dan Michael Barrantes.

FIFA mengatakan ini prosedur umum, karena beberapa pemain Kosta Rika sebelumnya setuju menjalani tes pra-turnamen. Namun tes pasca-pertandingan ini memicu kemarahan Kosta Rika. Mereka tidak mengerti mengapa tes tidak dilakukan usai Kosta Rika mengalahkan Uruguay, tapi saat negara itu larut dalam pesta kemenangan bersejarah.

“Tahukah Anda mengapa Kosta Rika harus menjalani tes narkoba? Karena pemain kami berlari sepanjang laga, dan Italia tidak,” ujar Jorge Luis Pinto, pelatih Kosta Rika.

Pinto tidak keberatan dengan tes narkoba, karena yakin pemainnya tidak menggunakan obat-obatan. Namun yang membuat Pinto kesal adalah mengapa pemain tim lain tidak diharuskan menjalani tes ini.

Maradona melihat FIFA melakukan diskriminasi. “Mengapa tujuh pemain Italia juga tidak menjalani tes usai pertandingan,” tanya Maradona. “Ini melanggar aturan. Dua pemain dari setiap tim seharusnya menjalani tes doping.”

Maradona gagal menjalani tes narkoba di Piala Dunia 1994, dan harus pulang sebelum turnamen berakhir. Sang legenda menggunakan efedrin, dan sejumlah zat terlarang, untuk meningkatkan stamina.

Maradona juga mengatakan belum pernah melihat tujuh pemain dari satu tim harus menjalani tes doping. FIFA benar-benar berniat menghambat langkah mengejutkan Kosta Rika.