Final Liga Champions 2017 : Juventus VS Real Madrid

22/05/2017,  Bola

Pada laga final Liga Champions 2017 yang diselenggarakan pada awal Juni mendatang, Real Madrid bisa dipastikan akan berhadapan dengan Juventus setelah dalam pertandingan sebelumnya Real Madrid unggul 4-2 dalam agregat duel melawan Atletico Madrid.

Final Liga Champions 2017

Final Liga Champions 2017

Pada duel pertandingan sebelumnya melawan Atletico di Vicente Calderon pada Rabu 10 Mei 2017, Real Madrid harus mengakui bahwa tuan rumah unggul dengan skor 1-2. Namun demikian, Real Madrid memiliki modal kemenangan 3-0 pada leg pertama yang bisa menolong tim ini untuk lolos ke laga puncak Final Liga Champions di musim ini. Sementara Juventus telah lebih dulu berhasil masuk ke laga final setelah sebelumnya berhasil menyingkirkan AS Monaco di babak semifinal dengan agregat 4-1.

Pertandingan Final Liga Champions 2017: Pertemuan Ulangan Laga Final Amsterdam

Pertemuan Real Madrid dengan Juventus pada Liga Champions musim ini merupakan sebuah pertemuan ulangan setelah 19 tahun lalu di Amsterdam pada musim 1997/1998. Pada pertandingan tersebut, Real Madrid berhasil menjadi juara dengan skor tipis yaitu 1-0 melalui gol yang dihasilkan oleh Pedrag Mijatovic di menit ke-66.

Melihat tim yang akan berlaga di Final Liga Champions musim ini, para pengamat memprediksi bahwa pertemuan kedua tim besar tersebut akan menjadi pertandingan yang sangat dinantikan dari segi apapun. Masing-masing tim baik Real Madrid ataupun Juventus memiliki sisi performa, sejarah panjang sepak bola Eropa, kualitas pemain, taktik permainan, termasuk unsur hiburan dan bisnis dinilai jauh lebih menjanjikan. Tak mengherankan bila pertandingan yang mengulang sejarah ini sangat menyita perhatian publik.

Kekuatan Kedua Tim pada Pertandingan Final Liga Champions

Juventus dan Real Madrid memiliki komposisi yang seimbang. Meski demikian, kedua tim ini memiliki karakter permainan yang berbeda sehingga kekuatan yang dimiliki keduanya pun berbeda. Juventus memiliki kekuatan dari kemampuan untuk menjaga keseimbangan antar lini. Selain itu, tim ini juga cukup pandai dalam memanfaatkan transisi dari bertahan ke menyerang. Di sisi lain, tim yang dijuluki Los Blancos, Real Madrid memiliki karakter permainan yang lebih agresif.

Pertemuan Juventus dan Real Madrid di Laga Final Liga Champions musim ini semakin menarik karena ada reuni Zinedine Zidane yang pada pertandingan 19 tahun silam bersama Juventus harus pulang dengan tangan hampa dan kini ia mengawal tim Real Madrid untuk menghadapi Juventus.

Selama pertandingan Liga Champions 2017 digelar, Juventus menuai 12 kali kemenangan dan 3 kali seri tanpa memiliki angka kekalahan. Tim ini memiliki level bahaya di area kotak penalti dan ini terbukti dengan perolehan 15 gol dari area 12 meter tersebut, sedang 6 gol lainnya merupakan hasil tendangan jarak jauh serta 3 kali penalti. Meski demikian, tim ini terbilang tidak mengedepankan agresivitas yang mana hal ini berbeda dari tim lawannya, Real Madrid. Usai berlaga melawan AS Monaco, Juventus berhasil mengumpulkan 169 tendangan dan 61 di antaranya tepat sasaran, 39 diblok oleh lawan, serta 3 kali mengenai tiang gawang. Selain itu, tim Juventus memiliki keunggulan dari segi akurasi umpan. Namun, dalam pencapaian akumulasi daya jelajah kedua tim baik Juventus dan Real Madrid ternyata tidak berbeda jauh.

Sedangkan tim Los Blancos, Real Madrid memiliki kekuatan utama yaitu keganasan dalam menjebol gawang lawan. Selama pertandingan Liga Champions 2017, tim ini telah berhasil mencetak gol sebanyak 31 gol yang berarti tim ini memiliki rata-rata 2,82 gol pada tiap pertandingan. Level keganasan dari tim ini terletak di area penalti yang bisa dilihat dari 23 gol yang dihasilkan di area tersebut sedangkan gol lainnya dihasilkan dari luar area penalti sebanyak 6 gol dan 2 kali melakukan gol bunuh diri. Dan, level akurasi umpan dari tim Real Madrid dinilai lebih baik dibandingkan Juventus dengan keberadaan pemain handal seperti Toni Kroos, Christiano Ronaldom Luka Modric, Marcelo, dan Isco.

Real Madrid memiliki sisi perbedaan yang cukup mencolok dibandingkan Juventus karena tim ini termasuk salah satu tim yang lebih senang menguasai permainan. Hal ini pula yang dinilai banyak pengamat akan menjadi daya tarik dari pertandingan final Liga Champions yang akan digelar di Stadion Millenium, Cardiff pada 3 Juni 2017 mendatang.

Lima Statistik Final Liga Champions 2017 untuk Juventus dan Real Madrid

Pertandingan laga final pada Liga Champions 2017 ini bisa menjadi sebuah kesempatan besar untuk mengulang prestasi yang mereka miliki di Eropa. Di sisi lain, Real Madrid akan menjadikan momen pertandingan puncak Liga Champions musim ini untuk mendapatkan sejarah baru dengan meraih gelar kejuaraannya yang ke-12. Berikut ini adalah lima statistik pada Liga Champions 2017 yang sebagian besar berasal dari pemain dari kedua tim kesebelasan yang akan bertanding yaitu Juventus dan Real Madrid.

1. Top Scorer

Di laga puncak Liga Champions 2017, pemain bintang Real Madrid, Cristano Ronaldo bisa memiliki peluang besar untuk meraih Top Scorer dengan menyamai bahkan melampaui catatan penyerang Barcelona yaitu Lionel Messi yang saat ini menduduki posisi pertama untuk pencetak gol terbanyak dengan 11 gol. Sejauh ini, Cristano Ronaldo sudah menyumbangkan 10 gol. Sedangkan dari kubu Juventus, Gonzalo Higuain masih menduduki peringkat keenam dengan 5 gol yang dimiliki.

2. Assist Terbanyak

Hingga saat ini, Neymar yang merupakan bintang Barcelona tercatat sebagai pemberi assist terbanyak sepanjang laga Liga Champions 2016-2017. Sedangkan Cristano Ronaldo menduduki peringkat kedua dengan 6 torehan yang diikuti oleh Dani Alves serta Miralem Pjanic dengan 3 torehan.

3. Tembakan Akurat

Real Madrid yang memiliki karakter permainan agresif memang cukup sering melakukan tembakan-tembakan ke gawang lawan. Dua penyerang tim Los Blancos ini yaitu Cristano Ronaldo dan Karim Benzema berada di posisi 10 pemain dengan paling banyak tembakan yang mengarah ke gawang di Liga Champions 2016-2017. Cristano Ronaldo tercatat telah melakukan 25 tembakan ke gawang, sedangkan Karim Benzema dengan 17 kali tembakan. Di sisi lain untuk tim Juventus ada Gonzalo Higuain berhasil mencatatkan diri dengan 17 kali tembakan.

4. Daya Jelajah

Statistik dalam hal daya jelajah di dalam lapangan pada Liga Champions 2016-2017 tercatat bahwa para pemain Atletico Madrid mampu mendominasi sebagai pemain dengan daya jelajah tinggi. Namun demikian, beberapa pemain dari Real Madrid juga memiliki 4 daya jelajah yang tinggi seperti Cristano Ronaldo dan Toni Krossyang menduduki peringkat kelima dan ketujuh.

5. Pelanggaran

Hal lain yang menarik dari laga Liga Champions 2017 adalah statistik dalam hal pelanggaran. Pada posisi pertama, Nyemar dari Barcelona menjadi pemain yang paling banyak dilanggar selama Liga Champions yaitu 32 kali. Untuk posisi kedua ada gelandang dari Juventus yaitu paulo Dybala yang tercatat dengan 28 kali menjadi sasaran pemain tim lawan. Sementara itu, Dani Alves dari Juventus mencatatkan diri dengan 20 kali pelanggaran. Sedangkan untuk tim Real Madrid terdapat Casemiro yang sepertinya menjadi pemain dengan pelanggaran terbanyak di skuad tim Laos Blancos yaitu dengan 16 kali pelanggaran.

Perjalanan Panjang Juventus dan Real Madrid Menuju Final Liga Champions 2017

Juventus VS Real Madrid

Juventus VS Real Madrid

Pertandingan laga puncak Liga Champions 2017 yang akan diselenggarakan di Stadion Millenium, Cardiff sepertinya akan menjadi sebuah pertarungan yang sangat menarik yang mana dalam pertandingan tersebut dua tim raksasa Eropa yaitu Real Madrid dan Juventus akan bertemu. Pertandingan yang disebut sebagai pertandingan ulangan Final Amsterdam 19 tahun silam ini sangat dinantikan bagi para pecinta bola di seluruh dunia. Pertandingan ini diyakini akan menjadi sebuah pertempuran yang sangat seru.

Juventus saat ini berada di puncak klasemen sementara Liga Italia Serie A dan memiliki kesempatan untuk menyempurnakan gelar di akhir pekan ini saat berhadapan dengan AS Roma. Sedangkan Real Madrid berada di posisi kedua klasemen sementara La Liga dan masih memiliki peluang yang bagus untuk mengungguli Barcelona. Saat ini, Real Madrid masih memiliki tabungan satu pertandingan dan berpeluang menjadi pemuncak bila berhasil memenangkan satu laga sisa tersebut.

Sebelum menghadapi pertandingan melawan Juventus pada laga final Liga Champions 2016-2017, Real Madrid telah mengantongi 11 gelar juara yaitu pada musim 1955–1956, 1956–1957, 1957–1958, 1958–1959, 1959–1960, 1965–1966, 1997–1998, 1999–2000, 2001–2002, 2013–2014 dan 2015–2016. Real Madrid memiliki ambisi untuk mendapatkan gelar ke-12 dengan memenangkan laga puncak di musim ini.

Sedangkan Juventus baru menuai dua gelar juara yaitu pada musim 1984-1985 dan 1995-1996.

Hal yang sangat menarik dari pertandingan laga puncak kali ini adalah kedua tim yang akan berlaga yaitu Juventus dan Real Madrid pernah bertemu pada partai puncak Liga Champions di musim 1997-1998 di Amsterdam. Pada pertandingan tersebut, Real Madrid berhasil menang atas Juventus dengan gol tunggal yang dipersembahkan oleh Predrag Mijatovic. Laga puncak musim ini bagi Real Madrid merupakan laga ke-15 mereka di partai final dan dalam dua musim secara beruntun. Sementara Juventus memiliki sembilan penampilan di laga final.

Prediksi Pertandingan Final Liga Champions 2017

Setiap orang termasuk para pengamat sepak bola pastinya berhak menyampaikan prediksinya masing-masing. Mereka memiliki penilaian tersendiri pada kekuatan serta kelemahan dari masing-masing tim yang akan bertanding. Meski demikian, pertandingan sepakbola merupakan salah satu pertandingan yang juga sangat bergantung pada sebuah keberuntungan. Tidak selalu tim jagoan dan unggulan berhasil memenangkan pertandingan. Demikian juga, tim dengan prestasi biasa akan selalu kalah di pertandingan. Terlebih lagi bila kedua tim yang akan berlaga memiliki kekuatan dan prestasi yang berimbang. Hal ini pastinya akan memberikan keseruan tersendiri dalam pertandingan tersebut nantinya.

Pertemuan Juventus dan Real Madrid di laga puncak Liga Champions 2017 pastinya akan sangat dinantikan oleh para pecinta pertandingan sepakbola seluruh dunia. Dua kekuatan dengan karakter dan strategi berbeda akan bertemu kembali setelah 19 tahun silam berlaga dalam pertandingan final di Liga Champions 1998 yang dimenangkan oleh Real Madrid.

Davor Suker yang merupakan salah satu mantan tim Real Madrid memiliki prediksi atas pertandingan laga final Liga Champions 2017. Ia meyakini bahwa tim Real Madrid akan berhasil memenangkan pertandingan laga puncak musim ini. Real Madrid selama ini selalu menjadi favorit dan tim ini pun memiliki dua pemain Kroasia yaitu Luka Modric dan Mateo Kovacic dengan kemampuan yang sangat bagus.

Namun demikian, Suker juga menambahkan bahwa kedua tim yang akan berlaga di final musim ini memiliki peluang yang sama. Juventus pada jajaran manajerial telah membangun tim mereka dengan kekuatan yang hebat. Di sisi lain, pertandingan final Liga Champions musim ini merupakan laga final ketiga bagi Real Madrid dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Skuad tim ini berhasil menjadi juara pada dua pertandingan di musim sebelumnya yaitu di musim 2013-2014 dan 2015-2016. Kemenangan yang diraih Real Madrid di musim ini pastinya akan menjadi sebuah sejarah baru karena selama ini belum ada satu tim pun yang berhasil mempertahankan trofi di era Liga Champions.

Selain Davor Suker, pelatih timnas Perancis, Raymon Domenech juga memiliki prediksi yang sama tentang pertandingan laga final Liga Champions 2017 antara Juventus dan Real Madrid. Ia menilai bahwa skuad tim Los Blancos lebih baik dibandingkan dengan apa yang dimiliki oleh Juventus terlebih lagi tim Real Madrid merupakan juara bertahan kompetisi. Meskipun selama ini Juventus memiliki tim yang sangat solid namun Domenech berpikir bahwa tim asuhan Zinedine Zidane tersebut akan mampu menghancurkan tim Juventus dan mendapatkan kemenangan.

Prediksi senada juga dilontarkan oleh mantan penyerang Real Madrid, Fernandi Morientes yang menyebutkan bahwa pertemuan Real Madrid dengan Juventus di laga final Liga Champions ini akan memberikan suasana nostalgia terhadap pertemuan kedua tim tersebut pada tahun 1998 yang berhasil dimenangkan oleh Real Madrid. Pertandingan final di musim ini pun hasilnya tak akan jauh dari hasil kemenangan yang diraih Real Madrid tahun 1998. Ia menambahkan bahwa kemungkinan hasil yang dicapai Real Madrid pada laga puncak musim ini adalah 1-0 sebagaimana pada laga di musim 1997-1998.

Meski demikian, Juventus sepertinya juga tak ingin tinggal diam saja. Penyerang Juventus, Paulo Dybala menegaskan bahwa ia yakin timnya akan mengangkat trofi juara di Cardiff nanti. Ia menambahkan bahwa peluang yang dimiliki tim Juventus juga tak kalah besar dengan Real Madrid. Keberhasilannya lolos ke final setelah berhasil menyingkirkan Porto, Barcelona, dan AS Monaco bisa menjadi salah satu pembuktian bahwa tim Juventus sudah sejajar dengan tim top Eropa. Kualitas permainan yang dimiliki tim Juventus juga semakin meningkat.

Tim Juventus memang sangat patut untuk diunggulkan terutama karena tim ini memiliki kekuatan dalam hal pertahanan yang sangat kuat. Selama laga Liga Champions, tim dari Gianluigi Buffon dan kawan-kawan ini baru kebobolan sebanyak 3 gol sementara tim Los Blancos sudah kebobolan sebanyak 17 gol. Angka ini dinilai menjadi sebuah statistik yang cukup menarik perhatian. Dalam hal pertahanan, Juventus memang layak diunggulkan dibandingkan Real Madrid.

Namun demikian, lini ofensif dari Real Madrid juga memiliki kualitas yang jauh lebih produktif dibandingkan Juventus. Hal ini bisa dilihat dari jumlah gol yang berhasil dihasilkan tim Real Madrid sebanyak 32 gol selama laga Liga Champions. Jumlah ini menunjukkan bahwa Real Madrid lebih unggul 11 gol dibandingkan Juventus yang hanya mendapatkan 21 gol. Dengan kekuatan dan keunggulan yang dimiliki Real Madrid, dalam laga puncak Liga Champions 2017. Tim asuhan Zinadine Zidane tersebut diprediksi akan memenangkan pertandingan dengan skor 2-1 atas Juventus.